Demak — Pengurus Cabang (PC) Jam'iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Kabupaten Demak Team Baruklinting kembali mengadakan kegiatan Majelis Selapanan Rutin di PAC JRA Kecamatan Gajah. Acara yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di kediaman Ustadz Mokhamad Fatoni, Desa Banjarsari, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus dan perwakilan praktisi JRA se-Kabupaten Demak.
Majelis Selapanan Rutin ini diawali dengan pembacaan Tahlil, Rotibul Haddad, Wirdul Sakron, serta pembacaan sholawat Mahdi. Suasana semakin syahdu ketika para peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti dengan lagu Syubbanul Wathon dan Mars JRA, sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air dan penguatan identitas organisasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi utama berupa diskusi manajemen organisasi dan pemantapan ke-NU-an yang disampaikan oleh Ustadz Nur Ihsan. Dalam sesi ini, Ustadz Nur Ihsan menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi dan pengamalan ajaran Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah) sebagai landasan dakwah. terutama penangan terapi untuk pecandu Es Moni yang harus kita sikapi dengan serius dan butuh pemikiran kita bersama, JRA harus hadir dan memberikan solusi terkait maraknya Es Moni di wilayah kita. Diskusi dilanjutkan dengan sharing ilmu seputar kesehatan islami berbasis thibbun nabawi, di mana para praktisi JRA saling berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang metode pengobatan ala Rasulullah SAW.
"Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai media untuk menguatkan hubungan emosional dan spiritual antar-pengurus serta praktisi JRA. Semoga kehadiran kita di sini membawa keberkahan dan hikmah sebagai bagian dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)," ujar Ustadz Syiful Bahri dalam sambutannya.
Majelis Selapanan Rutin ini merupakan agenda rutin PC JRA Demak yang dilaksanakan setiap 35 hari sekali. Selain untuk mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana meningkatkan pemahaman tentang pengobatan thibbun nabawi dan implementasinya dalam dakwah kesehatan.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Yai Kuslan. Seluruh peserta merasa bersyukur dan berterima kasih karena dapat hadir dalam kegiatan penuh manfaat ini. Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini, para praktisi JRA semakin termotivasi untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat serta berkontribusi aktif dalam dakwah Nahdlatul Ulama. (tok)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar