‘AIN, PENGERTIAN, CIRI, DAN CARANYA - JAM'IYYAH RUQYAH ASWAJA (JRA) TEAM BARUKLINTING DEMAK

Breaking

Post Top Ad

test banner

Post Top Ad

JRA DEMAK TEAM BARUKLINTING

Minggu, 25 Juli 2021

‘AIN, PENGERTIAN, CIRI, DAN CARANYA

 penyakit ain adalah? penyakit ain itu seperti apa ? penyakit ain apa ?

YUK SIMAK

وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزۡلِقُونَكَ بِأَبۡصَٰرِهِمۡ لَمَّا سَمِعُواْ ٱلذِّكۡرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجۡنُونٞ 

“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengarkan Al-Qur’an dan mereka berkata: ‘Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila’,” (QS al-Qalam: 51)

الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ

“Ain itu nyata (Haq), kalau saja ada sesuatu yang mendahului takdir, niscaya ‘ain akan mendahuluinya” (HR Muslim).

Penyakit ain


 Baca juga AMALAN KETIKA HENDAK TIDUR ATAU KETIKA SAKIT

A.        PENGERTIAN PENYAKIT AIN

والعين نظر باستحسان مشوب بحسد من خبيث الطبع يحصل للمنظور منه ضرر

“’Ain adalah pandangan kagum atau takjub disertai dengan rasa iri dengki dari seseorang yang memiliki tabiat buruk yang mengakibatkan adanya bahaya pada orang yang dilihatnya” (Syekh Ibnu Hajar al-‘Asqalany, Fath al-Bari, juz 10, h. 200).

 وهي النظر إلى شئ على غلة واستحسانه والحسد عليه من غير ذكر الله

“’Ain adalah pandangan pada sesuatu dalam keadaan lalai dengan rasa kagum kepadanya atau rasa dengki tanpa disertai berdzikir kepada Allah” (Al-Munawi, Faid al-Qadir, juz 15, h. 474).

Dari dua pendapat ulama’ di atas, dapat disimpulkan bahwa ‘ain adalah gangguan atau penyakit yang disebabkan oleh pandangan baik disertai dengki atau tidak. Biasanya diawali dari sebuah kekaguman yang tidak disertai dengan mengingat Allah swt.

Efek dari pandangan atau ‘ain ini sungguh luar biasa, sehingga Rasulullah SAW bersabda:

أكثر من يموت من أمتي بعد قضاء الله وقدره بالعين

“kebanyakan orang meninggal dari umatku setelah ketetapan dan takdir Allah adalah karena ‘ain.

B.        CIRI-CIRINYA

Dalam membahas ‘ain, maka kita akan dihadapkan dengan tiga istilah, yaitu:

1.       العين (pandangan)

Instilah pertama adalah al-‘ain yaitu pandangan sebagaimana dijelaskan di atas

2.       العائن (al-‘Aain)

Yaitu makhluq yang membawa ‘ain atau yang memandang. Penulis sebut dengan istilah makhluq karena yang mempunyai kemungkinan membawa ‘ain bukan hanya dari golongan manusia, tetapi bisa juga dari golongan jin. Sebagaimana termaktub dalam kitab Al-Thib Al-Nabawi karya Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauzi:

والعين عينان: عين انسية وعين جنية

“’Ain ada dua yaitu ‘ain insani dan ‘ain jinni.”

 

Ciri-ciri orang yang mempunyai pandangan kuat karena pengaruh ‘ain atau disebut sumber ‘ain (العائن) adalah sebagaimana disampaikan oleh Gus Allamah Alauddin “Bila tower sihir itu berada di Uqod/Buhul, maka Tower Ain itu berada di sekitar Ummul Mughits atau di sekitaran mata”. Maka pengidap Aa-in biasanya sering merasa pusing atau mimpi buruk dan itu dari setan sebagaimana Dawuh-nya Kanjeng Nabi :الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ مِنَ اللَّهِ وَالْحُلُمُ مِنَ الشَّيْطَانِ. Gus Ama’ memberikan keterangan bahwa ciri-ciri pembawa ‘ain adalah diantaranya:

a.       Sering pusing di sekitaran ummu mughits dan kedua mata

b.      Sering mimpi buruk

c.       Sering lupa roka’at sholat

d.      Was-was

e.      Menurut ketua Jam’iyyah Ruqyah Aswaja Demak, termasuk salah satu indikasi pembawa ‘ain adalah ketika memandang sesuatu yang menakjubkan baginya, maka matanya panas atau tiba-tiba keluar air mata tetapi tidak menangis.

f.        Apabila berkata buruk, sering kejadian meskipun hal sepele

Salah satu metode untuk mendeteksi apakah seseorang pembawa ‘ain atau tidak dalam Jam’iyyah Ruqyah Aswaja adalah dengan menekan titik ummu mughits bacakan Al-Falaq diulang-ulang pada ayat wa min syarri hasidin idza hasa dan An-Nas. Biasanya si ‘Aain akan bereaksi diantaranya muntah/sendawa/mual, pusing, ngantuk, bahkan kesurupan.

3.       المعين orang yang terkena penyakit karena 'ain

Orang yang terkena penyakit karena ‘ain adalah orang-orang yang mempunyai penyakit karena disebabkan pandangan jahat atau ‘ain. Gus Allamah Alauddin menjelaskan bahwa di antara tanda-tanda orang terkena ‘ain adalah

v  Anak hydrosipalus

v  Anak singusitis

v  Anak sulit ngomong pada usia min 5 tahun

v  Anak yang belum bisa jalan

v  Anak yang suka sesak nafas

v  Anak yang mudah muntaber

v  Anak yang hernia

v  Anak nakal/hyperactive

v  Anak kelenjar getah bening

v  Kanker/tumor/hydrosipalus/benjolan di daerah kepala atau leher

v  Bayi yang sering rewel di malam hari

v  Lumpuh mendadak

v  Gatal-gatal/ jerawat dan sejenisnya

v  Badan selalu kurus

v  Bayi tidak mau disusui ibunya

v  Asma’ pada anak

v  Sulit makan atau tidak nafsu makan

v  Putus Asa dan merasa ingin mati

v  Malas bertemu orang dan keluar rumah

v  Sulit tidur di malam hari tetapi ngantukan di bukan waktu tidur

v  Merasa ada yang selalu memandangnya baik keadaan terjaga atau tidur

v  Merasa takut, gelisah

v  Wajah mnguning

v  Muncul warna hitam di sekitar mata

v  Sudah diberobatkan secara medis berkali-kali, kemana-mana dan dimana-mana tetapi tidak ada perubahan, bahkan kemungkinan semakin parah.

v  dll


C.        CONTOH KASUS YANG PERNAH DITANGANI PRAKTISI JRA DEMAK

Beberapa kasus yang terindikasi ‘ain dengan penanganan metode SOP ‘ain JRA dan alhamdulillah bi idznillah sembuh sebenarnya banyak. Hanya saja dalam artikel kali ini, penulis hanya memaparkan beberapa saja.

1.       Kasus yang ditangani Koordinator Divisi Ruqyah JRA Demak (Mbah K. Kholil)

Pada suatu hari datang ke tempat Beliau seorang ibu dan kedua anaknya. Salah satu anak dari ibu tersebut tubuhnya kelihatan kurus dan kering. Setelah cerita panjang dan lebar, ternyata anak tersebut memang beberapa bulan tidak nafsu makan. Bahkan dia merasa lebih baik jika dia mati.

Dari hasil diagnosa baik melalui informasi dari si Ibu atau dengan beberapa metode yang diajarkan di JRA akhirnya diambil kesimpulan bahwa anak tersebut terindikasi terkena gangguan yang disebabkan karena ‘ain.

Setelah diyakini bahwa si anak terkenan gangguan sebab ‘ain, akhirnya dijalankanlah SOP ‘ain sebagaimana di JRA dan alhamdulillah atas idzin Allah lambat laun si anak tersebut sudah mulai membaik.

2.       Kasus yang ditangani oleh Ketua JRA Demak (Pak Ust. Anwar)

Beberapa hari yang lalu datang seorang remaja kira-kira usia 16 tahun dengan kondisi muka yang penuh jerawat. Bahkan jerawat tersebut semakin melebar dan menghitam seperti bekas luka yang menghitam. Kata remaja tersebut, sudah diberobatkan kemana-mana dan sudah mencoba menggunakan skincare dan semacamnya. Tetapi sama sekali tidak ada perubahan bahkan semakin menjadi.

Awal kecurigaan Pak Anwar bahwa remaja tersebut terindikasi gangguan karena ‘ain adalah selain jerawat di wajahnya yang parah, ada cekungan hitam di sekitar wajahnya yang merupakan ciri-ciri ‘ain.

Setelah meyakini bahwa remaja tersebut adalah ma’in, kemudian pak Anwar menggali info lebih dalam lagi dalam rangka mencari sumber ‘ain. Adakah anggota keluarga yang sering pusing di sekitar ummu mughits dan area mata? Jawabannya tidak. Adakah dari anggota keluarga ada yang sering terasa panas matanya ketika membaca Al-Qur’an atau melihat sesuatu yang membuat takjub? Jawabannya tidak. Pertanyaann terakhir, apakah dia sering mengaploud foto-foto di medsos? Jawabannya Iya sebelum wajahnya banyak jerawat.

Jawaban terakhir ini membuat Pak Anwar tambah yakin bahwa remaja tersebut terkena gangguan sebab ‘ain hanya saja sumber ‘ain tidak diketahui karena kemngkinan besar sumber ‘ainnya adalah penggemarnya yang mengagumi dirinya lewat foto-foto yang dishare melalui medsos.

Terapi ‘ainpun dilakukan, alhamdulillah atas idzin Allah setelah satu minggu tidak ada kabar, baru malam Sabtu ketika ada kegiatan RUQMAS ON ZOOM JRA Demak, remaja tersebut memberi kabar bahwa keluhannya telah berangsur-angsur membaik.

 

Saudaraku,,, gangguan sebab ‘ain itu fakta dan nyata. Oleh karena itu sebagai hamba sudah selayaknya kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bagaimana cara perbentengan dari ‘ain dan bagaimana cara mengobatinya? SIMAK DI SINI

 

Penulis: Tim Media Centre JRA Demak

#penyakit 'ain

#ruqyah

#ruqyahaswaja

#jrademak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

JRA DEMAK TEAM BARUKLINTING