Allah SWT mengingatkan kita agar memperbanyak dzikir kepada Allah SWT, dan agar jangan sampai harta dan anak-anak kita memalingkan diri kita dari dzikir kepada Allah SWT karena dzikir merupakan bagian dari perkara-perkara yang agung, sebaik-baik yang mendekatkan kita kepada Allah SWt, serta menjadi penyampai segala perantara.
Allah SWT berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ ذِكۡرٗا كَثِيرٗا, وَسَبِّحُوهُ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلًا
Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.
Allah SWT juga berfirman:
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Selain disampaikan melalui ayat-ayat Al-Qur’an, urgensi dzikir juga banyak disampaikan melalui hadits Kanjeng Rasulullah SAW, diantaranya adalah:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي وَأَنَا مَعَهُ حِينَ يَذْكُرُنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُ وَإِنْ اقْتَرَبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ اقْتَرَبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا اقْتَرَبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً
Dari [Abu Hurairah] dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah 'azza wajalla berfirman; 'Bagi hamba-Ku adalah sebagaimana perasangkanya kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia berdoa kepada-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.
Hadits yang lain juga menyebutkan
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ قَالُوا بَلَى قَالَ ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى قَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا شَيْءٌ أَنْجَى مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدٍ مِثْلَ هَذَا بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَرَوَى بَعْضُهُمْ عَنْهُ فَأَرْسَلَهُ
dari Abu Ad Darda` radliallahu 'anhu(6) ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maukah aku beritahukan kepada kalian mengenai amalan kalian yang terbaik, dan yang paling suci di sisi Raja (Allah) kalian, paling tinggi derajatnya, serta lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh kemudian kalian memenggel leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?" Mereka berkata; ya. Beliau berkata: "Berdzikir kepada Allah ta'ala." Mu'adz bin Jabal radliallahu 'anhu berkata; tidak ada sesuatu yang lebih dapat menyelamatkan dari adzab Allah daripada dzikir kepada Allah. Sebagian ulama telah meriwayatkan hadis ini dari Abdullah bin Sa'id seperti ini dengan sanad ini dan sebagian yang lain meriwayatkan dari Mu'adz dan memursalkan hadis tersebut.
Hadits lain juga menyebutkan:
لذكر الله بالغداة والعشي أفضل من حطم السيوف في سبيل الله تعالى، ومن إعطاء المال سحا
Artinya: “Sungguh berdzikir kepada Allah di pagi dan petang hari lebih baik daripada mematahkan pedang di jalan Allah dan dibanding memberi harta kekayaan sebanyak-banyaknya.”
Dalam kesempatan yang lainnya, Baginda Nabi Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda:
مثل الذي يذكر الله والذي لا يذكره مثل الحي والميت، ومثل الشجرة الخضراء بين الشجر اليابس. وذاكر الله في الغافلين كالمقاتل بين الفارين
Artinya: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan yang tidak berdzikir seperti orang yang hidup dengan orang mati, seperti pepoluman yang hijau di tengah pepohonan yang kering, orangyang berdzikir kepada Allah di tengah orang-orang yang lalai seperti orang yang tetap berperang ditengah orang-orang yang lari tunggang langgang dari medan perang”
Dan masih banyak lagi riwayat hadits yang menyebutkan anjuran dan keutamaan berdzikir. Apabila disebutkan akan lebih lebar lagi dan tidak ada habisnya.
Dalam hal ini, para ulama berkata: “Sebaik-baik dzikir adalah yang dibaca dengan lisan dan hati secara bersamaan, sedangkan berdzikir dalam hati saja lebih baik daripada berdzikir di lisan saja.”
Sumber Syarah Ratibul Haddad li Al-Habib 'Alawi ibn Ahmad ibn Al-Hasan ibn 'Abullah ibn 'Alawi Al-Haddad
Kontributor: Tim Media Center JRA Demak
#keutamaandzikir
#dzikir
#dzikirdanamalan


Tidak ada komentar:
Posting Komentar