KETUA JRA DEMAK : REAKTUALISASI METODE DAKWAH WALISONGO DI MASA PANDEMI - JAM'IYYAH RUQYAH ASWAJA (JRA) TEAM BARUKLINTING DEMAK

Breaking

Post Top Ad

test banner

Post Top Ad

JRA DEMAK TEAM BARUKLINTING

Kamis, 12 Agustus 2021

KETUA JRA DEMAK : REAKTUALISASI METODE DAKWAH WALISONGO DI MASA PANDEMI

 Rabu, 11 Agustus 2021

Ketua JRA Demak, Ustadz Ahmad Anwar, SHI menyampaikan materi tentang Reaktualisasi Metode Dakwah Walisongo di masa pandemi. Kegiatan yang bertajuk "DISKUSI ONLINE Nilai Pendidikan Walisongo Dalam Belajar Online dan Dampak Psikologis Terhadap Anak" tersebut diinisiasi oleh Kelompok 31 KKN MIT DR XII UIN Walisongo Semarang. Selain Ketua JRA Demak yang membahas terkait sekilas sejarah Walisongo beserta metode dakwahnya, hadir juga Bapak Royanullah, S.Ps.I., M.Ps.T. (Dosen UIN Walisongo Semarang) yang fokus terkait dampak Psikis belajar Online di masa pandemi ini.



"Diskusi kemarin tidak hanya dihadiri oleh anggota kelompok 31 KKN MIT DR XII UIN Walisongo saja, peserta umum pun banyak yang hadir. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa, kalangan dosen pun hadir dan ikut berdiskusi. Tercatat beberapa nama akademisi ikut hadir dan berdiskusi, Beliau adalah Bapak Hasfi Luthfi, SHI., MH Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hadir juga dosen dari Universitas Jakarta". Kata Ulil. 


Beberapa point penting yang dapat diambil dalam diskusi tersebut adalah sebagaimana disampaikan Ust. Anwar bahwa Konsep pendidikan atau konsep dakwah yang dulu dijalankan oleh Walisongo untuk menarik simpati masyarakat terhadap Islam, seyogyanya bisa diaktualisasikan kembali pada masa pandemi ini. Jika dulu Walisongo menggunakan metode kesenian wayang kulit untuk menyampaikan pesan-pesan Islam, maka wayang kulit bisa diganti dengan game, atau platform digital lain yang digemari oleh anak pada masa sekarang. Mungkin media dakwahnya bisa berbeda, namun ruh konsep pendidikan dan dakwahnya tetaplah sama, yaitu metode persuasif yang memanusiakan manusia.


lihat Video : REAKTUALISASI METODE DAKWAH WALISONGO DI MASA PANDEMI


Bapak Royani lebih Fokus tentang dampak psikis masyarakat khususnya anak didik. Beliau menyampaikan bahwa salah satu sektor penting yang terkena dampak dari pandemi adalah sektor pendidikan. "Realita pandemi ini berdampak pada psikis anak, mulai dari stress hingga ada kasus trauma. Namun problem ini adalah tanggung jawab kita bersama". Kata Bapak Royani. 


Ketika ditemui tim Media Center JRA Demak, Beliau Ketua JRA Demak juga menyampaikan ada moment yang berkesan bagi Beliau. Karena salah satu peserta diskusi ternyata adalah kawan lama Beliau ketika sama-sama kuliah di UIN Walisongo Semarang. "Saya kaget tiba-tiba muncul sahabat lama saya, Mas Hasfi Luthfi yang sekarang menjadi dosen di UIN Yogya. Selain sama-sama aktifis JQH Fasya UIN Walisongo, Mas Hasfi juga teman sekelas AS A 2010, juga teman berkelana". Kata Ketua JRA Demak.


Acara yang dipandu oleh Mifta Al-Khoiriyah tersebut ditutup dengan do'a yang dipimpin oleh M. Ulil Albab. Harapan terbesar bagi seluruh peserta diskusi adalah agar pandemi ini segera berakhir, sehingga semua aktifitas berjalan normal seperti sediakala. Karakter bangsa Indonesia adalah Ngumpul. Bahkan ada pepatah Mangan ra mangan penting NGUMPUL kata Bapak Royani.



Kontributor : Tim Media Center JRA Demak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

JRA DEMAK TEAM BARUKLINTING