Mengobati Penyakit 'Ain (Pandangan Mata Yang Mematikan) - JAM'IYYAH RUQYAH ASWAJA (JRA) TEAM BARUKLINTING DEMAK

Breaking

Post Top Ad

test banner

Post Top Ad

JRA DEMAK TEAM BARUKLINTING

Rabu, 28 Juli 2021

Mengobati Penyakit 'Ain (Pandangan Mata Yang Mematikan)

A. 'AIN ITU NYATA

 Tentang ‘Ain disebutkan dalam Al-Qur’an juga di dalam hadits Rasulullah SAW. 

QS. Al-Qolam : 51

وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزۡلِقُونَكَ بِأَبۡصَٰرِهِمۡ لَمَّا سَمِعُواْ ٱلذِّكۡرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجۡنُونٞ  

Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur`ān dan mereka berkata, "Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila.


Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas dan Mujahid serta selain keduanya dalam Tafsir Ibnu Katsir, mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: benar-benar hampir menggelincirkan kamu. Yakni mereka benar-benar hampir menembus dirimu dengan pandangan mereka, Yaitu mereka hampir saja menimpakan penyakit 'ain terhadapmu melalui mata mereka. Dengan kata lain, mereka dengki terhadapmu disebabkan kebencian mereka terhadapmu. Seandainya tidak ada pemeliharaan dari Allah terhadap dirimu dari kebencian mereka, tentulah penyakit ain yang ditimpakan oleh mereka akan mengenai dan menembus dirimu.


baca juga 'Ain, Pengertian, Ciri, dan Caranya

Imam Ibnu Katsir menambahkan: Di dalam makna ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa penyakit 'ain itu ada dan pengaruhnya ada, tetapi dengan seizin Allah Swt. Banyak hadis yang menerangkan masalah ini diriwayatkan melalui berbagai jalur yang cukup banyak.

عَنْ عُبَيد بْنِ رَفَاعَةَ الزُرقي قَالَ: قَالَتْ أَسْمَاءُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ بَنِي جَعْفَرٍ تُصِيبُهُمُ الْعَيْنُ، أَفَأَسْتَرْقِي لَهُمْ؟ قَالَ: "نَعَمْ، فَلَوْ كَانَ شَيْءٌ يَسْبِقُ القدرَ لَسَبَقَتْهُ الْعَيْنُ".

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr ibnu Dinar, dari Urwah ibnu Amir, dari Ubaid ibnu Rifa'ah Az-Zurqi yang menceritakan bahwa Asma pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Bani Ja'far terkena penyakit 'ain, maka bolehkah aku meminta pengobatan secara ruqyah buat mereka?" Rasulullah Saw. menjawab: Ya, seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya 'ain dapat mendahuluinya.


Dari sini jelas bahwa اصابة العين وتأثيرها حق

Jika penyakit sebab ‘ain itu benar adanya, bahkan disampaikan oleh Rasulullah SAW

أكثر من يموت من أمتي بعد قضاء الله وقدره بالعين

Kebanyakan orang yang meninggal dari umatku setelah ketetapan dan takdir Allah adalah sebab 'ain.

Maka tentu ada obatnya, sebagaimana hadits Rasulullah SAW:

عن جابر، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: ((لكل داءٍ دواءٌ، فإذا أُصِيبَ دواءُ الداء، بَرَأَ بإذن الله عزَّ وجل)).

Dari Jabir RA, dari Rasulullah SAW bersabda: setiap penyakit ada obatnya, ketika obat menimpa penyakit, maka akan sembuh atas idzin Allah SWT.


B. CARA MENGOBATI PENGARUH 'AIN

Sebagaimana disampaikan oleh Gus Allamah Alauddin (Founder Jam’iyyah Ruqyah Aswaja), bahwa ikhtiyar untuk mengobati penyakit karena ‘ain ini dibagi menjadi dua: Yang pertama, jika diketahui atau terindikasi orang yang memandangnya atau sumber ‘ain atau العائن. Yang kedua, jika tidak ditemukan orang yang terindikasi menjadi sumber ‘ain.


baca juga penyakit ain pandangan mata dan cara mengobatinya


1. Jika ditemukan orang yang terindikasi menjadi sumber ‘ain

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا

Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu, Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Ain (mata jahat) itu benar-benar adanya, jika seandainya ada sesuatu yang mendahului qodar,maka akan didahului oleh ain.Apabila kamu diminta untuk mandi maka mandilah. (hadist riwayat Muslim)


Namun mandi di sini bukanlah mandi sebagaimana umumnya, namun mandi di sini adalah mandi yang tata caranya mirip dengan wudhu. Hadits Rasulullah SAW:

و حَدَّثَنِي مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ أَنَّهُ قَالَ رَأَى عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ سَهْلَ بْنَ حُنَيْفٍ يَغْتَسِلُ فَقَالَ مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ وَلَا جِلْدَ مُخْبَأَةٍ فَلُبِطَ سَهْلٌ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ لَكَ فِي سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ وَاللَّهِ مَا يَرْفَعُ رَأْسَهُ فَقَالَ هَلْ تَتَّهِمُونَ لَهُ أَحَدًا قَالُوا نَتَّهِمُ عَامِرَ بْنَ رَبِيعَةَ قَالَ فَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامِرًا فَتَغَيَّظَ عَلَيْهِ وَقَالَ عَلَامَ يَقْتُلُ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ أَلَّا بَرَّكْتَ اغْتَسِلْ لَهُ فَغَسَلَ عَامِرٌ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَمِرْفَقَيْهِ وَرُكْبَتَيْهِ وَأَطْرَافَ رِجْلَيْهِ وَدَاخِلَةَ إِزَارِهِ فِي قَدَحٍ ثُمَّ صُبَّ عَلَيْهِ فَرَاحَ سَهْلٌ مَعَ النَّاسِ لَيْسَ بِهِ بَأْسٌ

Telah menceritakan kepadaku Malik dari [Ibnu Syihab] dari [Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif] berkata; "Amir bin Rabi'ah melihat Sahl bin Hunaif mandi lalu ia berkata; 'Tidak pernah kulihat seperti (yang kulihat) hari ini, bahkan kulit seorang gadis dalam pingitannya sekalipun.' Kemudian Sahl terkapar di atas tanah, maka dibawalah ia ke hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. kemudian kepada Rasulullah dikatakan, "Wahai Rasulullah, apakah anda mengetahui sesuatu yang menimpa Sahl bin Hunaif? Demi Allah, ia tidak dapat mengangkat kepalanya." Beliau bertanya: 'Apakah kalian menduga ada seseorang yang melakukan hal itu kepadanya? ' Mereka menjawab, "Kami menuduh bahwa yang melakukannya adalah Amir bin Rabi'ah." Abu Umamah bin Sahl berkata; "Kemudian beliau memanggil Amir dan memarahinya. Beliau bertanya: "Atas dasar apa salah seorang di antara kalian membunuh saudaranya. Tidakkah kalian mendoakannya agar dia diberkati? Bersihkanlah dirimu segera untuknya! ' Lalu Amir mencuci wajah dan kedua tangannya sampai sikunya, kedua lutut dan ujung-ujung kakinya, lalu apa yang ada di dalam sarungnya dalam sebuah bejana. Kemudian air sisa mandinya tersebut disiramkan ke tubuh Sahl. Maka setelah itu, Sahl pun berangkat bersama orang-orang dalam keadaan sehat.


Menuqil pendapat Imam al-Zuhri dalam kitam “Al-‘Ain Haq”, cara memandikannya adalah:

1. siapkan bejana yang berisi air

2. pastikan bejana tidak diletakkan di atas tanah langsung

3. niat mandi untuk mengobati ‘ain si Fulan

4. berkumur-kumur dengan air tersebut kemudian mengeluarkannya ke dalam bejana tersebut

5. basuh wajah yang terindikasi penyebab ‘ain di dalam bejana

6. masukkan tangan kiri ke dalam bejana kemudian basuh telapak tangan kanan di dalam bejana, dan sebaliknya

7. masukkan tangan kiri lagi ke dalam bejana kemudian basuh tangan kanan di dalam bejana sampai dengan atas siku, dan sebaliknya

8. masukkan tangan kiri ke dalam bejana kemudian basuh kaki kanan di dalam bejana sampai dengan lutut, dan sebaliknya

9. basuh atau masukkan di dalam bejana pucuk sarung (dan sejenisnya) yang dipakai yang letaknya paling dekat dengan lambung kanan 

10. setelah semua selesai, air bekas mandi tersebut siramkan ke atas kepala orang yang terkena penyakit /pengaruh ‘ain dari arah belakang dengan satu siraman


2. Diobati dengan Al-Qur’an dan do’a yang ma’tsurat.

Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Jami’ menjelaskan  : mengobati pengaruh ‘ain dengan cara diruqyah adalah jika tidak diketahui siapa penyebab ‘ainnya (العائن), namun jika diketahui penyebab 'ainnya maka diperintahkan bagi penyebab ‘ain untuk wudhu atau mandi sebagaimana point satu.


Dalil mengobati pengaruh ‘ain dengan Al-Qur’an adalah

بْنِ رَفَاعَةَ الزُرقي قَالَ: قَالَتْ أَسْمَاءُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ بَنِي جَعْفَرٍ تُصِيبُهُمُ الْعَيْنُ، أَفَأَسْتَرْقِي لَهُمْ؟ قَالَ: "نَعَمْ، فَلَوْ كَانَ شَيْءٌ يَسْبِقُ القدرَ لَسَبَقَتْهُ الْعَيْنُ".

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr ibnu Dinar, dari Urwah ibnu Amir, dari Ubaid ibnu Rifa'ah Az-Zurqi yang menceritakan bahwa Asma pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Bani Ja'far terkena penyakit 'ain, maka bolehkah aku meminta pengobatan secara ruqyah buat mereka?" Rasulullah Saw. menjawab: Ya, seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya 'ain dapat mendahuluinya.


Bagaimana cara mengobati pengaruh ‘ain dengan ruqyah?

Sebenarnya ada beberapa cara yang dipraktekka para peruqyah untuk mengobati pengaruh ‘ain ini. Diantaranya adalah

1. Pegang kepala/ dada/ tempat sakit dengan tangan kanan

Bacakan do’a-do’a perlindungan terutama yang berkaitan dengan ‘ain, diantaranya adalah:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu, dan dari pandangan mata buruk

بِاسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ

Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari segala kejahatan jiwa dan mata (ain) orang yang dengki, mudah-mudahan Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.

Do’a tersebut dilihat dari maknanya adalah untuk meruqyah orang lain, sedangkang untuk meruqyah diri sendiri redaksinya bisa dirubah menjadi sebagaimana berikut:

بِاسْمِ اللهِ أَرْقِيْنِيْ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْنِيْ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْنِيْ بِاسْمِ اللهِ أَرْقِيْنِيْ

Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahku, dari segala sesuatu yang menyakitiku, dari segala kejahatan jiwa dan mata (ain) orang yang dengki, mudah-mudahan Allah menyembuhkanku, dengan nama Allah aku meruqyahku.

2. Bacakan Al-Fatihah, Surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan Al-Nas (disarankan juga membaca ayat-ayat yang berhubungan dengan ‘ain)

3. Berdo’a memohon Allah menyembuhkan dan mengeluarkan pengaruh ‘ain dalam diri kita. Misalnya (Ya Allah jika ada penyakit karena pengaruh ‘ain dalam diriku maka hamba sadari semua adalah karena kesalahanku sendiri, maka ampunilah aku ya Allah. Ya Allah jika di dalam diriku terdapat penyakit karena pengaruh ‘ain, hamba mohon keluarkanlah ya Allah, sembuhkanlah ya Allah. Amin

4. Tutup dengan dua ayat terakhir surat Yasin

5. Buka mulut lebar, tekan tubuh yang dipegang tadi (kepala/dada/tempat yang sakit), niat mengeluarkan penyakit sambil tarik tangan yang memegang tadi ke arah mulut. Jika terasa mual maka muntahkan.

6. Biasanya kami sarankan marqi untuk melakukannya selama satu minggu


Bagaimana cara agar tidak terkena pengaruh ‘ain?

Insya Allah postingan selanjutnya akan kita bahas bersama


Kontributor:
Tim Media Center JRA Demak

#penyakitain
#mengobatipenyakitain
#ainitunyata

1 komentar:

Post Top Ad

JRA DEMAK TEAM BARUKLINTING